Tidur Mendengkur Pada Anak

Tidur mendengkur pada anak menurut Prof. Albert Martin Li (Chinese University of Hongkong) menyatakan bahwa anak yang mendengkur mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar menjadi hiperaktif dan mengalami penurunan prestasi sekolah.

Tidur Mendengkur Pada Anak

Tidur Mendengkur Pada Anak

Efek sleep apnea atau tidur mendengkur pada anak sama seperti pada orang dewasa yakni mengganggu kualitas tidur. Sleep apnea pada anak biasanya disebabkan oleh pembesaran kelenjar adenoid dan tonsil (amandel). Oleh sebab itu, pilihan terapi terbaik adalah dengan pembedahan terhadap adenoid dan tonsil.

Jangan takut dulu, teknik pembedahan modern kini tidak mengharuskan tonsil diangkat. Dengan alat mutakhir bernama radio frekuensi, amandel dapat dipertahankan. Bahkan dengan menggunakan teknik ini pasien dapat langsung pulang sehingga tidak memerlukan rawat inap.

Tidur Mendengkur Pada Anak disebabkan oleh adanya rintangan terhadap pengaliran udara di hidung dan mulut. Amandel yang membengkak dan adenoid dapat menjadi faktor yang turut menyebabkan mendengkur. Pangkal lidah yang menyumbat saluran napas pada anak. Otot-otot di bagian belakang mulut mendengkur lalu bergetar jika dilewati udara pernapasan.

Terjadi peningkatan berlebihan anak-anak yang mendengkur, uji klinis dan studi menunjukkan bahwa lebih dari 4% sampai 10% dari anak-anak pra sekolah dan anak-anak sekolah dasar mendengkur secara teratur. Selain itu, ada anak-anak yang mendengkur karena perubahan cuaca, pilek dan serangan mendengkur sesekali.

Awal Tidur Mendengkur Pada Anak membawa pada berbagai masalah kesehatan terkait di tahun kemudian. Masalah jantung, hipertensi dan diabetes yang dapat memiliki implikasi jangka panjang diketahui mempengaruhi anak-anak sejak masih muda. Tapi tidak hanya mendengkur membawa isu-isu kesehatan, kurang tidur sering salah didiagnosis sebagai Sindrom Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Jika anak Anda mengalami masalah mendengkur saat tidur, ada hal berbahaya yang bersembunyi dibalik itu semua :

  1. Jika anak sering mendengkur maka oksigen akan semakin berkurang menuju ke otak dengan lebih kronis, tidur menjadi tidak nyenyak dan juga darah akan menjadi asam akibat dari dengkuran yang bisa menimbulkan suatu efek berbahaya pada tubuh.
  2. Mengantuk dengan berlebihan. Hal ini akan menyebabkan anak mengalami hambatan dalam berkembang, selain itu penampilan mereka disekolah menjadi kurang baik, anak akan menjadi lebih hiperaktif dan menjadi lebih agresif, anak anak menarik diri dan menjadi anti sosial dengan lingkungan. Serta gangguan kognitif yang ringan juga akan terjadi.
  3. Biasanya akan menjadi tiddak mamu makan, sulit menelan karena terjadinya pembesara amandel yang terletak dibelakang rongga hidung dan juga tonsil amandel yang terletak pada belakang rongga mulut, peningkatan pada usaha untuk bernapas, dan juga mengalami kekurangan oksigen.
  4. Bahaya mendengkur pada anak juga bisa menyebabkan gangguan paru yang berat
  5. Gangguan dengkuran pada anak juga akan menyebabkan masalah ngompol hal ini disebabkan karena hormon yang mempengaruhi cairan di dalam tubuh.
  6. Biasanya anak yang mengalami masalah mendengkur akan mengalami masalah pada pernafasan. Kemudian anak akan menghirup cairan dan juga saluran napas atas yang akan menimbulkan suatu kelainan dari saluran napas bawah dan juga terjadinya infeksi pernapasan. Anak dengan masalah tonsil yang besar akan mengalami suatu kesulitan dalam hal menelan atau juga menjadi lebih sering merasa tercekik.

Resiko yang besar yang mengintai dari terjadinya masalah akibat dengkuran saat tidur pada anak perlu mendapatkan perhatian khusus. Bahaya dari masalah ini jangan diremehkan. Karena kita sudah lama mengetahui bahwa mendengkur akan menyebabkan proses tumbuh kembang mengalami hambatan. Dan selain itu juga akan mengganggu kemampuan belajar anak serta mengganggu kemampuan perilaku anak juga. Diagnosa yang dilakukan yang sangat tepat diperlukan untuk membantu menyingkirkan dari segala keraguan anda. Untuk itulah diperlukan pemeriksaan dengan cara yang seksama. Dan disamping itu juga pemeriksaan THT sangat diperlukan dalam hal pemeriksaan tidur untuk ditegakkan dan didiagnosa dari adanya suatu kecurigaan pada sleep apnea. Pemeriksaan tidur dengan menggunakan metode polisomnografi (PSG) bisa dilakukan pada laboratorium tidur yang harus sudah dibuat dengan cara bersahabat dengan anak Anda.

Memang dalam hal mendiagnosa mendengkur pada anak ini tidak cukup dari keluhan mendengkur saja. Anak dengan masalha mendengkur saat tidur akan dilakukan pemeriksaan dengan cara menghitung skor, yang ddinilai dari seberapa seringnya anak mengalami kesulitan dalam hal bernapas, dan juga seringnya anak tidak bernapas, dan frekuensi dari mendengkur pada anak. Karena semakin tinggi skornya kemungkinan juga akan semakin besar terjadinya resiko akibat mendengkur ini.

Harusnya melakukan observasi melalui penilaian kadar oksigen darah atau juga melalui video saat anak sedang tidur. Pemeriksaan dari laboratorium ini kemudian akan diperlukan untuk menilai adanya suatu pernyataan bahwa anak mengalami kekurangan oksigen yang kronis dan memeriksan beberapa dari jenis zat antiradang yang berhubungan dengan adanya proses tidur.

Tidur Mendengkur Pada Anak


=====================================

>>> Alat Anti Ngorok Snore Free Alat Bantu Mengurangi Tidur Ngorok (Dengkuran), Membantu Memperlancar Pernafasan dan Memperlancar Aliran Oksigen Ke Otak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Tidur Mendengkur and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *